Ini Tips Memasak Nasi Saat Mendaki


Master Chef 4 Consina


Cara Ke 1.

1. Bila dalam trip Trangia yang dibawa ukuran 27, sebaiknya
beras yang dimasak cukup dua genggam saja.
2.Tambahkan air sebanyak 1-1 ¼ ruas jari. Masak dengan api biasa / cukup
besar.
3. Biarkan panci atau nesting dalam keadaan terbuka.
4. Sekali-kali diaduk, agar tidak menggumpal.
5. Tunggu air hingga sedikit menyusut (seperti aronan). Setelah cukup
menyusut (jangan terlalu kering)
5. kemudian kecilkan kompor dengan alat pengecil api.
6. Lalu tutup nesting dengan frypan. Biarkan frypan sedikit terbuka untuk uap air keluar. Masak
hingga matang atau lebih kurang 15 menit (setelah ditutup).
Foto : Consina.web.id

Cara Ke 2.

Memasak nasi adalah aktivitas yang sering kita temui tatkala melakukan pendakian gunung, camping dan aktivitas outdoor lainnya. Tidak semua orang bisa memasak nasi dengan hasil yang memuaskan, jika anda kesulitan memasak nasi saat naik gunung. Berikut kami tulis salah satu teknik memasak nasi dengan hasil yang memuaskan.

Siapkan Alat dan Bahan
Karena akan memasak nasi maka tentu saja siapkan beras sesuai kebutuhan, terus kompor dan gasnya, serta nasting khas tentara. Air juga jangan lupa he he..pokoknya sudah pahamlah soal masak nasi apa saja yang harus di siapkan.

memasak nasi di gunung
Alat Dan Bahan
Menyalakan Kompor
Tentunya kalau sudah siap semua, beras sudah di cuci baru dinyalakan kompornya. Untuk banyaknya air dikira-kira saja, biasanya pakai teknik celupkan jari telunjuk, paling tidak ketinggian air dari berasnya satu ruas jari. Untuk nyala kompor coba saja dibesarkan agar cepat matangnya.


Semua Sudah Siap
Letakkan Nasting Dan Ditutup
Setelah siap semua, letakkan nasting di atas kompor dan tutuplah dengan nasting lainnya agar beras cepat matang.

Jam 07.05 Kami Mulai Masak Nasinya
Awal masak jam menunjukkan pukul 07.05, hanya sekedar ingin tahu berapa lama masaknya, dengan takaran beras 1 gelas kecil dan suhu udara sekitar 22 derajad celcius.

Menggeser Nasting Penutup
Tunggulah beberapa saat, besarkan saja nyala api kompornya, maka akan bunyi air mendidih dan naik keatas berusaha keluar lewat sela-sela tutup. Untuk menghindari air tumpah-tumpah maka geserlah tutup sehingga terbuka dan air yang sudah bercampur beras tidak tumpah-tumpah ke mana-mana.

Air Mulai Mendidih
Sekitar 2-3 menit air mulai mendidih dan meluap-luap dan keluar buih, tanpa proses pemanasan beras dimulai. Atur buka dan tutup nastingnya kalau sudah tidak ada tanda meluap-luap tutup kembali nasting dan buka sedikit demi sedikit kalau akan meluap.

Turunkan Nasting
Setelah terlihat air mulai habis dan beras mulai bersuara karena panas maka turunkan nasting jaga jangan sampai gosong dengan cara mengecilkan api.

Nasting Sudah Di Turunkan

Membalik Nasting
Nasting yang semula di bagian bawah di balik menjadi bagian atas sehingga beras bagian atas menjadi bagian bawah dengan ini pemanasan akan menjadi rata tanpa harus mengaduk beras.


Memegang Nasting Panas Dengan Kaos Tangan

Memegang Nasting Panas Dengan Bungkus Nasting
Berhati-hati saat membalik nasting karena masih panas, pakailah koas tangan tebal atau tempat nasting untuk memegang nasting.

Masak Kembali     
Setelah dibalik maka dengan memakai pengangkat nasting letakkan kembali nasting di atas kompor dan beri air sedikit demi sedikit di sela-sela pertemuan nasting dengan tutupnya.


Memberi Air Di Sela-Sela Nasting Dengan Tutupnya
Sedikit demi sedikit tuangkan air secukupnya di setiap sisi dari nasting, terus biarkan sampai airnya habis dan kalau sudah ada tanda-tanda matang segera kecilkan api dan angkat nastingnya.

Cara Ke 3.
Cara menanak nasi di ketinggian alam berikut ini adalah cara atau tips sederhana bagi yang belum tahu atau bagi yang suka menanak nasi dalam pendakian gunung. Karena biasanya dengan mengkonsumsi nasi, pada umumnya merasa stamina lebih terjamin saat merangkak menuju puncak. Dibandingkan hanya melahap mie instan semata. Coba terapkan, agar menanak nasi di ketinggian alam nantinya tidak merugi.



Tekanan udara di daerah gunung lebih rendah daripada di dataran rendah sehingga air matang sebelum suhu mencapai 100 derajat celcius. Karena itu, nasi yang ditanak di gunung akan kurang matang karena airnya matang lebih dulu. Untuk itu, sebaiknya menaruh benda berat di atas tutup panci saat menanak nasi di gunung guna menaikkan tekanan udara di dalam panci dan mencegah uap air keluar.

Sumber : Belantara Indonesia/Forum Indonesia/Santri dan Alam

Share on Google Plus

About Admin

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar