Membayar Jejak Karbon dengan Adopsi Pohon


Berupaya melakukan adopsi pohon setiap main ke Taman Nasional, hitung-2 ini cara saya membayar jejak karbon setiap perjalanan udara, laut dan darat. Kali ini saya melakukan adopsi pohon di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimatan Tengah 2012 lalu.


Pola adopsi pohon di Tama Nasional Tanjung Puting agak mirip yang dilakukan teman-2 Green Radio di hutan Sarongge, kaki  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, setiap adopter membayar Rp 100.000 perpohon sudah termasuk pemiliharaan pohon.

Menariknya, setiap pohon ditanam akan dinamai sesuai dengan nama orang yang menanam, menarik bukan. Inilah salah satu cara membuat monumen hidup yang bermanfaat bagi kelestarian lingkungan.

Program adopsi pohon di Tanjung Puting juga melibatkan kawan-2 Yayasan Pencinta dan Penyantun Taman Nasional (Friends of National Parks Foundation- FNPF) yang jadi mitra pihak Balai Taman Nasioal Tanjung Puting, lembaga yang bermarkas di Bali ini memfokuskan diri dalam konservasi Taman Nasional di Indonesia, dalam pelaksanaan programnya juga melibatkan masyarakat setempat.

Semoga pohon Nyatun,yang konon disenangi orangutan ini bisa tumbuh besar sehingga memberikan udara segar setiap mampir ke Taman Nasional Tanjung Puting.
Share on Google Plus

About Post Editors

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar